Pakong, 9 Juni 2026 — Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur mewarnai keluarga besar SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan. Pada hari Selasa, 9 Juni 2026, warga sekolah kembali melaksanakan panen hasil dari Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Kali ini, komoditas yang berhasil dipanen adalah bawang merah yang sebelumnya ditanam dan dirawat bersama oleh warga sekolah.

Hasil panen bawang merah tersebut disambut dengan penuh rasa syukur karena mampu memberikan hasil sesuai dengan harapan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras, kekompakan, dan kepedulian warga SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan, khususnya para siswa yang terlibat mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pelaksanaan panen raya.

Menariknya, tanaman bawang merah yang hari ini dipanen merupakan tanaman yang ditanam pada tanggal 16 April 2026 lalu. Kegiatan penanaman tersebut mendapatkan pendampingan langsung dari Ibu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pamekasan, Ibu Winna Agung, serta didampingi oleh Ketua DWP SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan, Ibu Hj. R.A. Hari Utami Dewi Rudy Suwandono. Kini, setelah melalui proses perawatan yang penuh kesabaran, bawang merah tersebut memberikan hasil yang membanggakan.

Keberhasilan panen bawang merah ini menambah daftar panjang keberhasilan program SIKAP di SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan. Program yang digagas oleh Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan kehidupan (life skill).

Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan, H. Rudy Suwandono, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa program SIKAP memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa.

“Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar pengetahuan yang tertuang dalam kurikulum, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam keterampilan hidup, khususnya dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. Mereka belajar bagaimana menanam, merawat, hingga menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat,” ungkapnya.

Panen bawang merah ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah. SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kreatif, produktif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik. (by:hs)